Benarkah Tingkat Kemiskinan di Indonesia Mengalami Penurunan Lebih dari 9 Persen?

Benarkah Tingkat Kemiskinan di Indonesia Mengalami Penurunan Lebih dari 9 Persen?Salah satu masalah terbesar Indonesia adalah tingkat kemiskinan penduduk yang cukup tinggi. Dari tahun ke tahun berbagai program dijalankan pemerintah, tetapi tidak begitu banyak mengurangi persentase jumlah penduduk miskin. Indonesia pernah berjaya di masa pemerintahan Orde Baru, tetapi semenjak krisis ekonomi sampai sekarang, penanggulangan kemiskinan belum begitu tampak hasilnya. Akan tetapi, pada September 2018 kemarin, Badan Pusat Statistik atau BPS mengungkap bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan yang cukup baik. Penduduk miskin tercatat hanya 25.67 juta jiwa. Artinya, tingkat kemiskinan di Indonesia turun sekitar 9.66%.

Faktor Penyebab Penurunan Tingkat Kemiskinan

Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat kemiskinan di Indonesia tampak menurun. Faktor tersebut terdiri dari kenaikan upah buruh tani yang mencapai 1.6% pada September 2018 dibandingkan Maret 2018. Selain itu, Nilai Tukar Petani juga tampak naik hingga 1.21%. Data Indeks Harga Konsumen pun mengalami inflasi mencapai 0.94% mulai dari Maret sampai September 2018, data tersebut dinilai cukup rendah daripada inflasi sebelumnya.

Di lapangan, beberapa komoditas eceran juga terpantau lebih terkendali dan mengalami sedikit penurunan. Contoh beberapa komoditas tersebut adalah penurunan beras(3.28%), daging sapi(1.74%), gula pasir(1.48%), dan minyak goring(0.92%). Faktor lainnya disebabkan oleh pengeluaran masyarakat perbulan mengalami peningkatan mencapai 3.55%, juga pengeluaran desil 1-4 mengalami peningkatan yakni sebesar 3.17%, 3.4%, 3.46%, dan 3.93%. Kenaikan tersebut tampak lebih tinggi daripada garis kemiskinan di waktu yang sama.

Menurut BPS sendiri, garis kemiskinan paling rendah adalah di Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan garis kemiskinan tertinggi tercatat pada Provinsi Bangka Belitung.

Tingkat Kemiskinan di Indonesia Masih Perlu Banyak Penanganan

Dari data-data yang dijabarkan di atas, memang benar jika tingkat kemiskinan di Indonesia tampak mengalami banyak penurunan. Akan tetapi, sayangnya pemerintah masih memakai persyaratan yang tidak begitu ketat dalam melihat tingkat kemiskinan di masyarakat. Inilah mengapa apabila melihat hanya pada data, maka jumlah penduduk miskin berkurang sangat banyak dari yang sebenarnya terlihat.

Selain itu, beberapa persen dari masyarakat yang keluar dari garis kemiskinan adalah mereka yang statusnya masih berada antara masyarakat miskin dan tidak. Kebijakan ekonomi dari pemerintah yang meleset sedikit saja, akan membuat masyarakat kalangan ini berada kembali pada jalur kemiskinan. Seperti misalnya, pengurangan subsidi BBM yang dilakukan pemerintah biasanya akan berakibat pada perputaran ekonomi di masyarakat. Hal tersebut sangat rentan bagi masyarakat yang hampir miskin untuk jatuh kepada garis kemiskinan penuh.

Lalu, bagaimana masyarakat Indonesia dapat keluar dari garis kemiskinan yang tinggi? Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, ketimpangan skill adalah penyebab kemiskinan di masyarakat. Skill yang kurang membuat pekerjaan menjadi tidak begitu berkualitas, sehingga pendapatan yang diperoleh pun rendah.

Oleh sebab itu, untuk menjadi negara yang lebih maju dengan jumlah penduduk miskin yang diharapkan sedikit, pemerintah perlu menggalakkan program untuk meningkatkan skill masyarakat. Skill yang tinggi akan membuat produksi lebih berkualitas. Hal tersebut tentu sangat memengaruhi nilai tukar barang maupun jasa yang diberikan.

Bisakah Indonesia Keluar dari Garis Kemiskinan?

Tidak ada yang tidak mungkin bagi sebuah negara untuk terus berkembang dan melangkah ke tingkat yang lebih maju. Akan tetapi, untuk Indonesia sendiri, selain peran pemerintah yang aktif, peran masyarakat juga sangat diharapkan. Sebab, sebanyak apa pun program yang dilakukan pemerintah, akan kembali pada sikap masyarakat untuk menghasilkan sesuatu yang baik atau tidaknya. Tentu saja, selain masyarakat yang sadar untuk kemajuan negara, pemerintah pun harus memiliki kesadaran yang sama.